NISBAH KESETARAHAN LAHAN POLIKULTUR PINANG (Areca catechu L.) DENGAN KELAPA DALAM (Cocos nucifera L.) DAN PINANG DENGAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)

Rudi Hartawan, Fathul Hariadi

Abstract


Polikultur tanaman Kelapa Dalam dan Kelapa Sawit dengan tanaman Pinang merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas lahan dan meningkatkan pendapatan petani. Penelitian bertujuan untuk membandingkan NKL polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam dan Pinang dengan Kelapa Sawit. Pelaksanaan penelitian di Desa Sungai Beras, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada bulan Desember 2018 sampai Maret 2019. Pengumpulan data mengunakan metode survey pada lahan-lahan petani yang ditanami Pinang, Kelapa Dalam, dan Kelapa Sawit monokultur dan polikultur. Lokasi penelitian di pilih secara sengaja karena pada lokasi-lokasi tersebut terdapat budidaya polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam dan Pinang dengan Kelapa Sawit. Peubah yang diamati yaitu; fisik tanaman dan umur berbuah, estimasi produksi (kg ha-1), produktivitas (kg ha-1 th-1). Data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis statistika dengan metode deskriptif dalam bentuk tabulasi dan analisis inferensi dengan uji t berpasangan dengan taraf α 0,05%. Dari hasil penghitungan nilai NKL diperoleh nilai polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam 1,19 dan polikultur Pinang dengan Kelapa Sawit 1,10. Data ini mengambarkan bahwa polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam lebih menguntungkan 9% dibandingkan polikultur Pinang dengan Kelapa Sawit.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Media Pertanian
Fakultas Pertanian, Universitas Batanghari Jambi
Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi Kodepos: 36122 | Phone: 0741-60103

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.